Jumat, 25 Desember 2015

Fanfiction: "My Psychopath Boyfriend" Part I

Ulla '-'
Sawangan ni blog :'3
Sekian lama, kaga ngutak ngatik blog. Akhirnya kesampean juga~

FF baru munculll /ghost/


My Psychopath Boyfriend





Title: My Psychopath Boyfriend. Translate: Pacar Psikopatku.
         Bentar lagi ada yang nanya, Psikopat apaan sih?
          Psikopat = Orang yang suka ngebunuh gitu '-' Bisa dibilang pembunuh darah dingin /ghost/
Author: Dia, selalu dia :') #AuthorBaper
Genre: Serem serem gimana gitu /kedip/ #AuthorCabeCabean
Rated: All rated._.
Length: 2 Part
Cast:      -Mark GOT7
              -Wendy Red Velvet
              -Joy Red Velvet
              -Sana Twice
              -Yerin GFriend
              -Hani EXID
              -Chanyeol EXO
              -TOP BigBang
         
Wish/? : Yang baca ini kaga jomblo lagi
Warning : Be careful of TYPO


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<


"Brakk!!"

"Eh, maaf, maaf"

Seorang wanita merapihkan dirinya setelah bertabrakan dengan pria.

"Mas?" tanya sang wanita

Pria yang mengenakan jaket biru bertopi dengan tulisan 2 kalimat tersebut menoleh dan lari pergi

"Sringg"

Kilauan pisau dari arah jam 10, tepat wanita itu berdiri.
Wanita itu mengambil pisau.
Pisau kecil dengan simbol aneh yang ditempel di gagang nya.

"Argghhhh!!"

Jerit wanita itu.
Wanita itu terjatuh.
Astaga! Kepala wanita tersebut di tembak.

AAAAAAAAA~

Deg!

Joy terbangun dari mimpi aneh.

>>Skip

At School

"Joyy!"
"Biasa aja kali ga usah teriakk" kata Joy
"Tau ga hari apa?"
"Apa sih wendy? Ngomong aja pake tebak tebakan. Ah basi!" kata Sana
"Hari ini ke 17 bulan gue sama Mark!!" kata Wendy

Tidak ada yang menjawab bahkan tidak ada yang menoleh

"Gue traktir kalian kali ini!" kata Wendy

"APA?!" kata Sana, Yerin, dan Joy
"Lu sakit wen?" tanya Yerin

"Udah ayo kekantin" kata wendy.

Wendy menarik tangan Joy

Dikantin

"Eh markk!!" teriak wendy

Mark menoleh dan memasukan sesuatu ke kantong celananya
Terlihat seperti pulpen

Mark lalu menghampiri meja tempat kami makan

"Mark?" tanya Joy dengan heran

Mark menoleh dengan pelan
"I..Iya Joy?" kata Mark

Joy diam

"Apa joy?" tanya Wendy sambil makan cilok
"Ah engga" jawab Joy dengan tersenyum

Mark memakai jaket biru bertopi, dengan tulisan dibelakang jaket nya "Trust me. I'm Human"
Jaket itu persis yang dipakai pria dalam mimpi Joy


>>Skip

Pulang sekolah

"MINGGIR!!"

Teriak dia
Ya gadis gila penguasa sekolah
Dia, Hani.

"Minggir bisa?" kata hani

"Eh ehh, wendyy!!"

Wendy menoleh dengan ketakutan "e..eh.. iyaa hani?"

"Katanya lu anniv 17 bulan ya? mana buat gue?!" teriak hani

Wendy menoleh pada Sana
Sana seperti yang memberi isyarat "kasih aja dah yang ada"

"Oh.. Lu kaga mau ngasih gue wendy?"
"Kasih ga?" kata hani, sambil menarik dasi wendy
"Atau gue ambil sendiri"
"Haha"

Shahhh

Hani mengambil uang di saku Wendy

"Mark?" kata Joy pelan

"Ma.. mark tunggu" kata joy sambil lari mengejar mark

Mark bersembunyi di balik pilar, dan begitu joy memanggilnya, dia lari.

Joy terhenti.
"Mark aneh" kata joy heran

Wendy, Sana dan Yerin menghampiri Joy

"Kenapa sih kamu?" tanya Wendy
"Ah? engga" kata Joy

>>

Hani pergi dan pulang kerumah dengan berjalan kaki dengan songong nya.

"Apa lu liat liat" kata Hani, kepada gadis yang berseragam sama dengannya

Hani memasuki gang arah rumahnya

Plak!

Seseorang meletakkan tangan di bahu Hani.
Saat Hani menoleh..

AAAAAA~

>>Skip

Keesokan hari nya
Disekolah

Joy masuk kelas
Kebetulan hari ini bagi rapot
Bagi rapot di mulai jam 9
Tetapi murid harus datang jam 7

"Sepi?"
"Jam 6.45" kata Joy sambil melihat jam tangannya

Tiba tiba

Brukbrukbruk!

Semua orang masuk kelas dengan berlari, sehingga Joy jatuh
Setelah semua masuk, Joy berdiri dan merapihkan bajunya

"Apa apaan sih?" kata Joy sambil duduk di bangku nya bersebelahannya dengan Yerin

"HANI MENINGGAL"

Teriak Yerin

"HAH? APA?" teriak Joy balik
"Ya kaga usah teriak balik" kata Yerin
"Eh serius lu?" kata Joy
"Lu kaga percaya Joy?" kata Sana yang tiba tiba nyambung. Sana duduk di belakang bangku Joy
"Kok bisa? Kenapa meninggalnya? Kemaren masih ngobrol kan sama kita?" kata Joy
"Bukan ngobrol tapi malak" kata Sana
"Katanya sih di bunuh" kata Yerin
"DIBUNUH SIAPA?" kata Joy kenceng
"Ya kaga tau" kata Sana dan Yerin

>>Skip

Pulang sekolah

Jam 9
Saat pengambilan rapot dimulai

Joy, Sana, dan Yerin sedang dihalaman sekolah

"Nih" kata Yerin sambil memberi es krim pada Joy

Joy diam

"Joy!!!" teriak Yerin
"Eh? Iya makasih" kata Joy sambil mengambil es krim nya

"Siapa ya yang bunuh Hani?" tanya Joy
"Masih mikirin?" kata Sana
"Penasaran lah" kata Joy
"Gimana kalau nyelidikin aja?" tanya Yerin polos
"Gak gak gak gak gak. Ngapain banget?" kata Sana
"Eh bener juga tuh. Mumpung kita udah libur juga kan?" kata Joy
"Joy? Apa apaan sih?" kata Sama
"Kan gue penasaran" kata Joy

"Lu ikut ga Sana? Kalau kaga gue sana yerin juga bisa. Ya paling minta bantuin yang lain" kata Joy
"Huh.. Nyerah deh gue. Gue ikut" kata Sana

Dari kejauhan

"Sanaa!! Joy!! Yerin!!"

Wendy. Teriak. Yaa biasa. Bareng Mark. Eh, tunggu, itu siapa?

Wendy, mark dan pria berpenampilan culun dengan kacamata lebar itu menhampiri Joy dkk

"Siapa dia wen?" tanya Yerin pelan
"Eh iya, ini Chanyeol. Temen Mark" kata Wendy
"Dia temen kamu Mark?" tanya Joy

Mark mengangguk
"Iya, ini temen gue. Heran ya? Baru liat gue punya temen?" tanya Mark sambil cengengesan

"Ahh engga" kata Joy, Sana dan Yerin

"Chanyeol sini duduk" kata Joy

"Wendy, kita smeua mau ngisi liburan dengan hal baru nih" kata Joy
"Apaan? Kalian mau ngapain? Gue ikut" kata Wendy

"Kita mau nyeledikin kasus Hani!!" Kata Yerin

"APA?!" kata Wendy dan Mark

"Barengan gitu, ah kamu" kata Wendy
"Ka.. Ka.. Apa? Anu, kalian mau nyelidikin?" tanya Mark
"Sebenernya Joy sama Yerin yang mau, gue sih ngikut aja" kata Sana
"Gimana? Ikut ga?" tanya Yerin

"Ikut ga?" tanya Wendy pada Mark
"I..Iya udah, ayo aja. Lu ikut juga kan chanyeol?" tanya Mark
"Eh? I..iya..iya deh" kata Chanyeol

"Kamu ga usah takut Wendy" kata Mark
"Ah? Engga kok" kata Wendy malu malu
"Aku sayang kamu, apapun aku lakukan demi kamu, bahkan jika itu harus memerlukan nyawa orang lain" kata Mark
"Ahh kamu" kata Wendy malu malu (lagi)

"Apa-apaan ini. Udah yuk pergi, enek gue" kata Sana

Sana pergi
Diikuti dengan Yerin dan Joy
Lalu Mark, Chanyeol, dan Wendy

>>Skip

Lusa nya..

Dirumah Mark

Kok bisa di rumah Mark?
Mereka nginep dirumah mark buat nyusun rencana
Kenapa rumah Mark?
Karena rumah Mark paling deket dari sekolah

"Nih rumah gue. Masuk" kata Mark

Mereka semua masuk

"Mark? Lu bawa temen?" tanya seorang Pria
"Iya. Mereka nginep" jawab Mark

"Siapa dia?" tanya Wendy
"TOP, kakak" jawab Mark

Mereka semua duduk di sofa.
Bersama Mark dan TOP

"Ibu lu mana Mark?" tanya Joy

Mark berdiri dan pergi

"Eh?" kata Joy

TOP tersenyum

"Ada apa?" tanya Wendy
"Orang tua kita meninggal saat kita masih kecil" jawab TOP

"Astaga!" kata semua

"Kalau boleh tau, kenapa?" tanya Wendy
"Orang tua kami dibunuh" lanjut TOP

"ASTAGA!" mereka makin kenceng

"Yaa, saat itu gue berumur 13 tahun, dan Mark 6 tahun. Gue ga tau persis nya, pas gue masuk rumah, orang tau gue udah berlumur darah, dan Mark......." TOP terhenti
"Mark? Kenapa?" tanya Wendy
"Dia megang pisau kecil yang berlumur darah" lanjut TOP

Semua hening

"Terus gue meluk Mark, dan kita mutusin buat pindah rumah, kesini" kata TOP
"Jangan tanya Mark tentang orang tua, dia pasti tertekan. Gatau sih, gue rasa Mark liat kejadian saat orang tua kita di bunuh. Setiap di tanya dia ga mau jawab, ya semua sama kalian dia mau jawab" lanjut TOP

Lalu TOP pergi meninggalkan ruang tengah.
Selang 5 menit
Mark datang..

"Malem ini kita ga tidur, seiya nya tidur, disini aja. Paling Mark tidur di kamernya" kata Joy
"Aku ikut sama Mark" kata Wendy
"Wendyy" kata Sana
"Iyaaa" Wendy cemberut

"Gak, gue tidur disini aja" kata Mark
"Ta.. Tapi kenapa kita gak boleh tidur?" tanya Chanyeol
"Nyusun rencana pea" jawab Joy

Chanyeol bukan idiot, dia pemalu dan oon

>>Skip

10 malem

"Uhh"

Joy bangun dan mengucek mata

"Ketiduran"
"Eh bangun bangun" kata Joy

Sekitar 20 menit
Mereka baru terbangun semua

"Rencananya gini.." kata Joy

"Huahh!!!" seseorang menguap

Yerin
Dia ternyata baru bangun

"Yerinnnn!!!" kata Sana
"Eh? Iya?" kata Yerin polos
"Cuci muka!!" teriak Sana

Yerin ke kamar mandi
Dan mencuci muka nya

"Eh ini apa?"

Yerin menggambil sesuatu di bawah lantai

Kertas? Yah basah

Kertas tersebut berlambang.



Yerin mengambil nya dan kembali ke teman teman di ruang tengah

"Mark, ini" kata Yerin sambil ngasih kertas itu ke Mark

"Eh, nemu dimana?!" kata Mark kaget
"Di wc" kata Yerin

Semua orang sedang ngobrol.
Tidak ada yang melihat Yerin dan Mark
Kecuali Joy

Mark memasukkannya ke dalam kantong celananya

Joy melihatnya.
Dan simbol itu
Simbol itu ada pada mimpinya. Yak tepat!
Di pisau.
Pisau kecil itu memiliki tempelan kertas bersimbol seperti itu pada gagangnya

"Joy, jadi rencannya udah selesai, kita boleh tidur?" kata Sana
"Eh iya, apa rencananya tadi? Yerin baru dateng tuh" kata Joy
"Gini, besok kita ke rumah hani, berangkali ada sesuatu disana" kata Wendy

"Sama ini ya, bawa tas tas kalian, bawa peralatan, berangkali kita harus nginep disana. Ok, sekarang tidur" kata Joy

"Huahh"

Semua menguap, dan tertidur seketika

>>Skip

Pagi hari

AAAAAAA~!!

Teriakannya membangunkan semua orang
Terdengar seperti suara Sana

"Sana? Sana dimana?" kata Joy

Wendy ke WC

AAAAAAA~!!

Wendy juga teriak

Joy mengahmpiri mereka

"Ada ap.. AAAAAA"

Joy juga teriak

Ternyata..

YERIN!
YERIN BERLUMURAN DARAH DI WC

"Markk!!" teriak Wendy

"Ada apa?" Mark datang, dan "Astaga!"
Lalu Mark memeluk Wendy

"Mark" kata Wendy sambil nangis di bahu Mark

"Siapa yang buat ini!" kata Mark geram

Entah mengapa hanya Chanyeol yang diam

Sana langsung duduk
Dan memeluk jasad Yerin
Tiba tiba
Air mata nya keluar

Sana, wanita tegar, tidak pernah nangis.
Pertama kali nya melihat dia menangis

"Ye.. yerin.. gue belum sempet bilang kalau lu sahabat terbaik gue" kata Sana

Joy duduk di samping Sana dan memeluk Sana

"YERIN.. BILANG!!! SIAPA YANG NGELAKUIN INI!!"
"Yerin!! Kenapa cepet banget!!! Kita sayang sama lu pea!!!"
"Yerin!!!!!"
"Lu sahabat terbaik gue!!"

Teriak Joy
Jelas dia gak terima Yerin seperti ini

Air mata Joy dan Sana membasahi pipi jasad Yerin

>>Skip

Gang rumah Hani

"Kita harus lupain kesedihan ini. Kita punya tujuan" kata Joy sambil jalan paling depan
"Gue rasa yang bunuh Hani sama kaya yang bunuh Yerin" celetuk Wendy

"Ah?" kata Mark
"Firasat aja sih" kata Wendy

Mereka berjalan, bahkan hampir sampai di rumah Hani
Namun tidak menemukan apapun

Mereka berbalik arah
Sekarang Wendy di paling depan

"Eh itu apa?" kata Wendy

Wendy mengambilnya
Sebuah kertas
Yak! Simbol
Simbol itu lagi



Simbol yang sama

"Sini sini" Sana merebut kertasnya
"Simbol?" tanya Sana sambil melirik Joy

Joy menghampiri Sana

"M? apa artinya?" kata Joy

"Mati?" celetuk Mark

"Bisa jadi sih. Si pembunuh mau dia mati kan?" kata Wendy
"Iya, tapi kok...." kata Joy
"Kenapa?" tanya Mark
"Mm.. Kok di coret?" kata Joy
"Kan supaya engga ketauan, namanya juga Psikopat" jawab Mark

"Psikopat?!!" kata Wendy Joy dan Sana

"Eh.. Iya.. Pembunuh darah dingin gitu" kata Mark
"Kamu pinter ya?" kata Wendy

Mark tersenyum kecil

"Chanyeol mana?" kata Joy
"Emm.. Disini" kata Chanyeol sambil mengangkat tangan
"Kenapa diem aja?" kata Joy
"Em.. Ah? Engga" jawab Chanyeol

"Chanyeol aneh" kata Wendy

"Udah sekarang kita pergi aja. Nginep disekolah aja gimana?" kata Joy
"Bisa" jawab Sana

Mereka jalan ke arah sekolah

"Chanyeol kamu depan" kata Wendy
"Ah.. I.. Iya" kata Chanyeol

Chanyeol pindah posisi ke depan


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Lanjut,

Part II
Fanfiction: "My Psychopath Boyfriend" Part II

.
.
.
.
.

Fanfiction: "My Psychopath Boyfriend" Part II

Part I

My Psychopath Boyfriend






Disekolah
Tepat nya dikelas Sana, Joy dan Yerin

"Nginep lagi?" kata Sana
"Iya, mau apa? pulang?" kata Joy
"Dari awal juga gue kaga ngomong iya" kata Sana

"Udah lu semua tidur, gue yang jaga!" kata Sana

Beberapa menit kemudian mereka tidur
Sepi
Tidak seperti waktu ada Yerin

"Huh! Anak SMA kelakuan TK. Berantakan banget tas nya!" kata Sana
"Mesti gue gitu yang beresin? Yaudahlah risih!" lanjut Sana

Sana membereskan tas tas mereka
Sana sampai di saat ingin memindahkan tas Mark

Eh? Ada yang jatuh

"Eh? Apa ini?" kata Sana

Joy langsung membuka mata nya
Joy melihat ke arah Sana
Namun tidak bangun
Joy berpura pura tidur

"Kertas?" kata Sana

Saat Sana mengambil kertas nya
Joy sudah benar-benar tertidur

Karena Sana KEPO
Dia membuka kertasnya

Membaca nya dalam hati



"Hah?"
"Ja.. Kok?"

Sana kaget
Mulutnya masih terbuka

Tiba tiba

.
.
.

Jret!!

>>Skip 

Pagi


Joy terbangun

"Loh? Udah pada bangun?" tanya Joy

"Joy" Wendy memanggil nama Joy dengan suara pelan
"Ada apa?!" Joy langsung bangun dan terkaget

"Sana, sana hilang" kata Wendy dengan tatapan kosong
"HAH?! Gimana? Kenapa langsung nyatain Sana hilang? Ada bukti? Bisa jadi dia udah pulang" kata Joy
"Itu dia, ibu nya tadi nelfon suruh Sana pulang. Tadi gue, mark sama chanyeol udah keliling sekolah. Sana gada" kata Wendy

"Semalem gue liat" kata Mark serius
"Liat apa?" tanya Joy serius
"Ada orang yang ngambil Sana" lanjut Mark
"Bener? Ga mimpi kan kamu Mark?" tanya Wendy
"Bener sayang" jawab Mark

"Ka..Ka..Kayanya malem ini kita harus nginep lagi" kata Chanyeol
"Iya! Dan kita ubah pencarian kita" kata Joy
"Maksud kamu kita ga nyari si pembunuh lagi?" tanya Wendy
"Iya betul" jawab Joy

"Ke..na..pa?" tanya Mark gugup
"Sekarang kita cari Sana dulu" kata Joy


>>Skip

Sore hari

Mereka telah keliling sekolah, namun tidak menemukan hasil

"Gak bisa ini! Gak bisa!" kata Joy
"Joy? Kita mau cari sampe kapan?" tanya Wendy
"Sampe ketemu lah" jawab Joy tegas
"Ini hampir malem, masuk dulu kekelas, makan dulu, nanti baru kita lanjut lagi" kata Mark

Mereka semua masuk ke dalam kelas


Malam hari

Mereka berjalan ke arah taman depan sekolah
Joy memimpin didepan
Mark dan Wendy ditengah
dan Chanyeol dibelakang

"Mark?" kata Wendy
"Takut ya? Ada gue kali" kata Mark
"Ish bukan gitu" kata Wendy sambil cubit tangan Mark
"Aw. Terus apa?" kata Mark
"Perasaan ku ga enak. Eh" kata Wendy. Tas kecil yang dipakai Wendy putus, dan terjatuh

Mark mengambilnya

"Wah ini sih putus" kata Mark

Mark memakai jaket biru bertopi dengan tulisan "Trust me. I'm human"
Yap! Seperti waktu itu

Saat Mark mengambil tas Wendy, otomatis jaket Mark akan terangkat ke atas
Chanyeol melihat sesuatu yang aneh dari kantong celana belakang Mark

Eh?
Tebak apa?
Simbol itu lagi!













Kali ini
Dicelana Mark?

Mark menoleh ke Chanyeol dengan evil smirk/?
Senyum evil gitu

Chanyeol yang sedang memperhatikan simbol itu tiba tiba kaget melihat Mark menoleh
Lalu Chanyeol menunduk

Mark memasukan simbol itu ke dalam kantongnya lebih dalam
Terlihat seperti bukan hanya 1 simbol
Tapi beberapa simbol

..

Mereka ingin pergi ke taman belakang sekolah
Sekarang mereka telah sampai di lapangan sekolah

"Em, Wen?" kata Mark
"Iya?" kata Wendy
"Gue WC dulu ya?" kata Mark
"En,, iya deh. Joy aku jalan bareng kamuu" kata Wendy sambil menghampiri Joy

Mark pergi ke WC

"Joy, liburan nya suram ya?" kata Wendy
"Gue juga gak nyangka bakal kaya gini" kata Joy
"Gue kehilangan 2 sahabat gue" lanjut Joy
"Semoga aja Sana masih hidup" kaya Wendy
"Semoga? Dia masih hidup kok" kata Joy

"Kamu sayang banget sama Mark?" tanya Joy
"Banget" jawab Wendy
"Kalau dia psikopat?"
"Hah? Psikopat apa?"
"Misalnya. Gimana tuh?"
"Bakal tetep sayang kok. Pasti bisa kok gue ngubah dia"
"Yah psikopat mana bisa diubah"
"Bisa kok, kalau mau"
"Mark juga sayang ke kamu? yakin?"
"Yakin. Dia bilang " apapun aku lakukan demi kamu, bahkan jika itu harus memerlukan nyawa orang lain""
"Hah?"

Joy menghentikan langkahnya

"Kenapa?" tanya Wendy

"Chanyeol? Chanyeol mana?" kata Joy sambil memutar badan

Chanyeol hilang?

"Mm.. Mungkin dia ke WC sama Mark" kata Wendy

"Wendy!" Mark menghampiri Wendy

Joy celingak celinguk melihat ke arah kanan dan kiri Mark

"Nyari apa?" tanya Mark
"Chanyeol.. Mana?" tanya Joy
"Emang.. di..dia ga disini?" kata Mark

Joy menggeleng

"Chanyeol? Lagi?" kata Wendy sambil menarik dan menghembuskan napas
"A..Apa? Hilang? Ch..Chanyeol?" kata Joy
"Joy" kata Wendy sambil memeluk Joy

"Jam 11" kata Mark sambil melihat jam tangan
"Kita tidur aja dulu, kita lanjut besok" lanjut Mark

"BESOK?? DIKALA TEMEN LU SAMA TEMEN GUE HILANG LU MAU LANJUT BESOK? KALAU BESOK DIA UDAH MENINGGAL GIMANA?" teriak Joy sambil menangis

"Tapi Mark bener, kita pasti lelah. Kita tidur ya joy" kata Wendy

Joy menghela napas
Dan pergi ke kelas


Dikelas


"Tadi malem? Kertas itu? Gue harus liat" kata Joy

Joy mengambil tas Mark dan mencari kertas tersebut
Joy mengoprek tas Mark

"Joy"

Terdengar seperti suara Mark

Joy menoleh dan kaget

"Mana Wendy?" tanya Joy
"WC. Kamu nyari ini?" kata Mark sambil menunjukkan kertas

Kertas?
Hah, iya! Kertas itu! Ditangan Mark

"Jadi selama ini kamu udah tau?" tanya Mark
"Jadi selama ini, kamu? Udah gue sangka,lu tuh bukan orang baik baik" tanya Joy balik
"Iya gue! Gue ngelakuin ini karena gue sayang sama Wendy" kata Mark sambil mendekat Joy
"Dimana Sana dan Chanyeol?" tanya Joy
"Sana gue bunuh di tong sampah sebelah sekolah. Chanyeol gue bunuh di ruang guru" kata Mark

"A.. Ah?" kata Joy

Joy mundur dengan perlahan

"Yap. Tepat apa yang gue tulis di kertas ini. Mau baca?" kata Mark sambil melempar kertas

Joy menangkapnya, membukanya, dan membacanya.

"Ka..Ka..Kamu psikopat Mark" kata Joy
"Tepat nya PACAR PSIKOPATNYA WENDY" kata Mark

"Kamu sayang? Apa ini yang disebut sayang?" tanya Joy
"Ya! Ini yang gue sebut sayang. Dan lu gak usah sok tau tentang apa itu kasih sayang" kata Mark
"Wendy, dia sayang sama kamu" kata Joy
"Lu pikir gue engga? Gue lebih sayang" kata Mark
"Kalau kamu sayang sama Wendy. Bukan ini jalannya. Wendy terluka" kata Joy
"Gue ga peduli Wendy luka. Yang penting gue mau dunia ini cuma milik gue dan Wendy" kata Mark

"Ta.. tapi" kata Joy
"Bacot!" kata Mark sambil mengambil pisau kecil dari kantong celananya

"Apa yang buat kamu jadi psikopat? Orang tua kamu?" tanya Joy

Jret!!

Mark mendekati Joy, memeluk dari belakang
Dan mendekati pisau kecil itu pada leher Joy

"Gak.. usah ungkit ungkit orang tua gue" kata Mark
"Atau lu mati" lanjut Mark

"Mar...khhh, nghh" kata Joy degan napas tersendat


Tiba tiba


"MARKK!!"
"Kamu ngapain!!"

Yap! Benar
Itu Wendy

"Sayang, kamu tenang aja. Aku ngelakuin semua ini karena aku sayang kamu" kata Mark
"Kenapa? Kenapa harus kaya gini?" tanya Wendy resah
"Karena aku mau dunia ini cuma milik2 berdua. Tanpa adanya orang usil. Aku mau ngerasain bagaimana rasanya jadi pembunuh orang tua ku" jawab Mark
"Mark, kamu punya aku sayang. Lupain masalah orang tua kamu" kata Wendy
"Aku punya kamu, makanya aku ngelakuin ini. Lupain? Segampang itu? Kamu gak tau ceritanya sayang" kata Mark
"Kenapa kamu yang gak pernah mau cerita tentang orang tua kamu. Gimana aku mau tau Mark" kata Wendy

"Karena aku juga gak tau. Saat aku masuk kerumah, orang tuaku meminta ampun pada pembunuh itu. Dengan mudahnya, jrett!! Pembunuh itu membunuh ayahku dulu, dengan sebuah pisau kecil. Lalu ibu ku, sebelum ibu ku dibunuh , ibu ku bilang 'Bunuhlah aku, jangan anak anakku, psikopat' Lalu, yaa ibu ku meninggal" kata Mark

"Mulai saat itu aku penasaran dengan psikopat, aku mempelajarinya, tanpa aku sadari, aku telah menjadi bagian dari psikopat" lanjut Mark

"I'm your psychopath boyfriend, wendy" terakhir dari Mark

Joy membuka mulutnya, dan bilang "tas" dan "pistol" tanpa suara

Wendy mengertti.

Wendy membuka tas Joy dan mengambil pistol

Menodong ke arah Mark

"Mark, please, lepasin Joy, dia sahabat aku" kata Wendy sambil menangis
"Sayang? Kamu mau bunuh aku? Aku ngelakuin semua ini karena aku sayang kamu. Sekarang, kamu mau bunuh aku?" tanya Mark

"Aku ga bisa liat sahabat sahabat ku mati satu per satu" kata Wendy
"Kamu masih punya aku sayang, yang selalu ada" kata Mark
"Aku benci kamu Mark!" kata Wendy
"Kamu! Aku ngelakuin semua ini demi kamu! demi kamu!" kata Mark

"Mark, aku bisa bersama kamu, tanpa perlu kaya gin..nihhh" kata Wendy
"Tapi aku mau kaya gini!!" kata Mark

AAAAAAAAAAAAAA~!!!!!!!

MARK MEMBUNUH JOY DENGAN SATU TUSUKAN DI LEHER

"MARK, MAAF, AKU MENCINTAIMU" kata Wendy

DYARR!!!

Wendy membunuh Mark


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<



Sebulan setelahnya

Dikabarkan

Wendy tewas bunuh diri

Katanya..

Karena dia gak sanggup hidup sendiri

Memang setelah kejadian itu, wendy gak punya teman, bahkan ia gak mau pergi ke sekolah





JREETT!!

.
.
.
.


The Symbol

2 garis hitam ditengah = Kesakitan
13 garis abu abu = Penjara (ketidak bebasan)
1 garis abu abu lengkung ditengah = Meloloskan diri (bebas akhirnya)
HER! = Demi dia
NH = Not Human (berlawanan dengan jaket nya)
M = Inisial nama (MARK)





Kamis, 02 Juli 2015

Naruto Gaiden: "Yang Tercermin di Matanya" Chapter 10 [Final]

Chapter 9

Naruto Gaiden: "Aku Akan Melindungimu" Chapter 9